Munas vii hkti

Petani dan Peternak Bali Gerebek Munas

Kompas.com - 13/07/2010, 15:49 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Ada yang menarik dalam pembukaan Munas VII HKTI di hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali siang tadi, Selasa (13/7/2010). Tidak hanya pengurus dan delegasi dari seluruh Indonesia yang hadir, namun ratusan petani dan peternak dari Baturiti Tabanan pun tak ingin ketinggalan memeriahkan kongres.

Meski mereka tidak bisa memasuki arena kongres dan hanya menunggu di depan hotel, hal ini tak mengurangi antusiasme para petani dan peternak ini untuk mendukung kesuksesan Munas. “Kami ingin melihat jalannya munas agar nantinya munas menghasilkan produk-produk kebijakan yang memihak petani dan peternak,” ujar Made Kenata, koordinator lapangan.

Kedatangan para petani dan peternak ini sekaligus mendukung pencalonan kembali Ketua Umum HKTI, Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode 2010-2015. Menurut mereka selama lima tahun memimpin, Prabowo sudah terbukti memihak dan peduli pada nasib petani.

Salah satu bentuk dukungan mereka dengan membentangkan berbagai spanduk dan poster yang berisi dukungan kepada Prabowo. Usai pembukaan, Prabowo pun menyempatkan diri bertemu dan menyalami mereka satu persatu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau